Jumat, 24 Juli 2009

Oleh-Oleh dari Kuala Lumpur



Sekarang agak ke luar Indonesia sedikit, tapi tetep, ngga terlalu mahal..hehehehe....

Awal bulan Juli 2009, jalan-jalan satu kantor ke Kuala Lumpur, jadi coba-coba mencari kuliner yang enak tapi ngga mahal.

Letaknya di Kuala Lumpur, tepatnya di daerah Bukit Bintang, yah Orchardnya Kuala Lumpur begitu. Namanya Nasi Ayam Chee Meng. Kalau dilafalkan dalam bahasa Indonesia CiMeng....hehehe...bisa bikin nagih J

Yang dicoba adalah satu set nasi hainam plus ayam. Ayamnya bisa pilih, direbus atau dipanggang. Keduanya disajikan dengan disirami kuah coklat, rasanya asem, asin, manisnya ngga terlalu, tetapi bisa bikin mata melek dan seger..hehehehe....

Selain nasi hainam dan ayamnya sendiri, Chee Meng menyajikan kuah kari ayamnya yang rasanya ok juga lho. Ditambah kacang yang direbus yang dimasukan dalam kuah kari tersebut. Makannya harus pakai sambel yang mantap pedesnya. Untuk satu set ini harganya sekitar 7 ringgit, ditambah satu gelas air mineral 0.5 ringgit.

Ada juga satu menu yang dicicipi (sayangnya ngga sempat difoto) adalah Terong goreng. Terong ini bener2 digoreng sampai gurih banget, disajikan dengan kacang tanah, ikan teri dan irisan kecil-kecil cabe rawit. Rasanya dikombinasikan dengan Nasi Ayamnya....hmmmm...maknyus. Harga juga tidak terlalu mahal, kalau ngga salah sekitar 12 ringgit. Satu porsi cukup untuk 3 orang.

So, kalau sempetin ke Kuala Lumpur, main-mainlah ke Nasi Ayam Chee Meng di daerah Bukit Bintang.

Ok..sampai jumpa....

Jumat, 01 Mei 2009

Wisata Kuliner Ungaran dan Jogja

Nah sekarang, mari kita isi weekend kuliner kali ini dengan makanan di luar Jakarta. Kebetulan pas ada kerjaan di Ungaran, ada 2 makanan yang coba diulas kali ini. Di daerah Ungaran dan Jogja.

Sate Sapi Pak Kempleng

Kalau menuju Solo atau Jogja dari Semarang, melewati Ungaran, pasti akan terlihat tulisan sepanjang perjalanan Sate Sapi Pak Kempleng. Entah itu banyak cabangnya di daerah Ungaran atau memang berbeda-beda satu sama lain, saya dan rekan-rekan mencoba memilih tempat yang agak bagus dan ada beberapa pengunjungnya. Tulisan di papannya adalah Sate Sapi Pak Kempleng 2, sebelah kiri jalan bila mau menuju Solo/Jogja.

Menu Sate Sapi Pak Kempleng ini disediakan dalam dua macam bumbu, bumbu kacang dan kecap. Untuk kenyangnya perut, bisa memilih nasi atau lontong sebagai teman dari Sate Sapi ini.

Sate Sapinya dipanggang dengan cukup baik, jadi pas matangnya. Potongan satenya pun cukup besar bagi saya. Rasa satenya sendiri cukup manis, mungkin kalau yang cepat kenyang akan sedikit makan satenya...hehehehe...lumayan jatah jadi bertambah.
Rasa overall cukup enak, untuk digabungkan dengan kedua bumbunya, ke kecap+cabe+bawang merah dan juga bumbu kacang.



Harga untuk 8 orang yang makan, saya rasa masih terjangkau. Di rata-rata per orangnya plus minum es teh manis dan nasi/lontong, sekitar 20ribuan. Jadi sate sapi ini bisa menjadi alternatif untuk dicoba, bila bosan dengan sate ayam atau sate kambing yang sudah ada.

Gudeg Yu Djum


Perjalanan dari Semarang, ke Ungaran, dilanjutkan lagi ke Jogja, lewat Magelang. Sebetulnya ingin mencoba Kupat Sayur Magelang, Cuma ngga jadi, karena tujuan utama ke Jogja, ke Malioboro dan makan gudeg khas Jogja.

Nah saat diperjalanan bingung nih, gudeg di Jogja yang enak dimana yah?? Kebetulan adik sepupu yang baru lulus dari UGM, sekarang di Jakarta, bisa ditelepon untuk ditanya seputar gudeg yang enak. Dia bilang dekat UGM, ada gudeg Yu Djum. Ngga tahu apakah ada gudeg yang lain, adik sepupu saya ini bilang gudeg Yu Djum enak kok. Ya sudah tanpa berbasa-basi dan perut sudah lapar, maka dicarilah tempat gudeg itu. Tanya tukang becak dan orang-orang sekitar, akhirnya sampailah di gudeg Yu Djum ini.

Bertiga kami pesan gudeg komplit dengan ayam yang masing-masing bisa dipilih. Maka datanglah pesanan gudegnya. Rasa gudeg Yu Djum ini benar-benar Jogja sekali, kering dan campuran gudeg serta krecek menimbulkan perpaduan rasa manis dan pedas yang mantap...hehehehe....ayamnya sendiri pun dimasak kering tetapi bumbu manisnya meresap di kulit dan dagingnya. Ditambah dengan krupuk khan Jawa, makan guded Jogja terasa lebih mantap lagi. Pokoknya rasa kangen gudeg Jogja terobati deh dengan makan di gudeg Yu Djum ini.


Kebetulan ada beberapa pegawai pemda Jogja juga makan di situ dan berbincang-bincang dengan kami. Ternyata kami tidak salah tempat, karena tempat yang kami datangi ini, tempat Yu Djum-nya tinggal. Jadi ada cabang Yu Djum di tempat yang lain, tetapi pegawai pemda Jogja tersebut bilang, lebih enak di tempat yang ini. Jalannya lupa, tetapi habis UGM, ada perempatan yang ada kalinya, maju sekitar 100meter, ada jalan kecil. Mobil tidak masalah, bisa masuk dan ada parkiran di dalamnya, mungkin bisa sekitar 4 mobil masuk.

Untuk harga, bervariasi tergantung isinya apa. Harga berkisar antara 10ribu sampai 20ribuan. Ada juga menu untuk dibawa pulang, dengan kendi. Jadi kalau masih kangen dan ingin makan lagi, gudeg ini siap dibawa pulang. Tetapi ingat, jangan kelamaan di jalan..hehehehe...

Ok, segitu dulu weekendkuliner di luar Jakarta. Mungkin masih banyak lagi makanan khas lainnya di daerah Semarang, Ungaran dan Jogja yang belum sempat dicicipi. Lain waktu pasti akan mampir ke tempat yang mempunyai makanan khas, yang enak dan lezat.

Salam Wiskul!!! Mantap!!!

Jumat, 27 Maret 2009

Bintang atau Sarang Kepiting?? Hajar..yang penting Seafood

Wah sudah lama nih ngga nulis jajanan weekend. Dikarenakan kesibukan kerja dan lagi males cari makanan yang buat ditulis, jadi deh kosong bulan ini (itu juga udah ditegor sama si Stip..hehehehe)

Yuk, sekarang kita mencicipi aneka macam SeaFood. Yang terpilih saat ini adalah Bintang Kepiting di daerah Serpong, dekat Alam Sutera sebelum BSD Mall. Sebetulnya dulu namanya adalah Sarang Kepiting, mungkin karena sudah ngga join sama Sarang Kepiting kali yah, maka manajemennya ganti menjadi Bintang Kepiting.

Kemarin sekitar 17an orang, kita menyerbu Bintang Kepiting. Menu andalan sudah disiapkan semuanya. Sebetulnya agak ragu, apakah rasanya masih terjamin seperti waktu dulu bernama Sarang Kepiting? Hmm...kita lihat saja J

Kepiting
Menu andalan untuk Kepiting weekend kemarin adalah Kepiting Soka, Kepiting Saus Padang dan Kepiting Lada Hitam.
Rasanya bagaimana? Nah karena ngga makan kepiting, maka tanya deh satu-satu, untuk rasa. Untuk Kepiting Soka, yang doyang semua bisa dimakan di kepiting, para maniak Soka bilang maknyus. Pokoknya 2 porsi Soka langsung habis dimakan.
Berikutnya, Kepiting saus Padang, rasanya gimana? Sama seperti rasa dijaman Sarang Kepiting, masih ok menurut pemakan kepiting dan saya coba sedikit sausnya, hhmmm..yummy juga nih saus, pedes tapi enak.
Terakhir adalah Kepiting Lada Hitam, yang pesan Cuma satu orang dan ditanya gimana rasanya dibanding dengan dahulu Sarang Kepiting.....masih sama, masih enak kok..hehehe...biasa penggemar kepiting J

Cumi
Menu kedua terbanyak adalah Cumi, hanya dua macam dipesan, Cumi Goreng tepung dan Cumi Bakar. Rasa masih terjamin dengan label Bintang Kepiting. Cuma sayangnya Cumi Goreng Tepungnya ngga ditambahkan saus untuk disantap. Jadinya digabung dengan menu lainnya.

Kerang
Kalau urusan Kerang, sudah pasti enak. Kerang Hijaunya dengan bumbu kacang, saus, dll, sangat sedap. Khusus Kerang Hijau ini, penyajian kerangnya sangat baik dan kalau dibuka kerangnya pun bersih, tidak ada kotoran.
Kerang kedua adalah Kerang Kepa Saus Padang, kombinasi dengan saus padang membuat kerang ini juga mantap untuk dimakan, ngga kalah dengan Kerang Hijau Saus Padang biasanya.

Udang dan Gurame Bakar
Dua menu di atas paling sedikit dipesan. Untuk rasa udang masih terjaga kualitasnya, sedangkan Gurame Bakarnya, enak. Bumbunya pun meresap sampai ke daging dan rasanya jadi gurih.

Menu tambahan lainnya adalah Kangkung Tauco. Rasanya...hmmm...sedap, tauconya terasa, kuahnya pun enak dituang ke nasi. Pokoknya bener-bener enak deh.

Untuk harga, sepertinya Ok bila dihubung-hubungkan dengan rasanya. Kepiting Soka seporsi 72ribu, Kepiting Lada Hitam 79ribu dan Kepiting Saus Padang 85ribu seporsi.
Udang dengan 4 ekor satu porsi dihargai 52ribu. Cumi goreng tepung 32ribu, sedangkan yang bakar 35ribu (kayanya susah nih masak kalau dibakar yah..hehehehe). Untuk gurame bakar satu ekor (lumayan besar) seharga 45ribu dan untuk kangkung tauco satu porsi dihargai 19ribu saja.

So dari harga sepertinya terjangkau bila untuk ukuran Seafood. Memang banyak Seafood yang enak, tapi ngga ada salahnya coba di Bintang Kepiting. Bagi yang maniak Sarang Kepiting di daerah Tangerang dan Serpong, coba saja Bintang Kepiting...Sarang Kepiting dengan nama baru.

Selamat Mencoba!! Salam WisKul...

Rabu, 18 Februari 2009

Sate Ayam...Enak!!!!

Nah sekarang beralih ke sate-satean. Dikarenakan sudah tidak bisa makan yang berbau kambing, maka yang dipilih adalah ayam, sate ayam.

Rata-rata sate di Jakarta ini banyak yang enak, beberapa tempat di daerah selatan Jakarta pun juga banyak sekali penjual sate ayam yang memang benar-benar lezat. Contohnya di daerah Mayestik (Sate Sulaiman), Taman di Panglima Polim, Depan ApJay lalu di depan RSPP. Mungkin ada beberapa tempat lagi yang bisa dibilang enak dan lezat tetapi tidak disebutkan di sini.

Saya coba pilih satu tempat yang kebetulan kemarin makan siang bareng engineer kantor yang maniak sate juga, Indan Handoyo..hehehe...
Yang dipilih adalah sate ayam depan RSPP. Menunya ada sate ayam dan kambing. Untuk ayam sendiri bisa dikombinasikan daging dan kulit bila memang ada yang suka makan kulitnya, kebetulan saya sendiri juga suka kulit dan dicampurlah dengan daging. Sate ayam di depan RSPP ini ngga menyediakan nasi, yang menemani satenya ya hanya lontong saja.

Cara membakarnya pun bagus, daging dan kulit tidak terlalu terbakar sekali yang menyebabkan rasanya bisa pahit, pas deh cara bakarnya dan kalau dirasakan juga sedap dan gurih. Tambahan bumbu kacangnya yang rasanya juga enak dan bila suka pedas, bisa tambah sambal sesuai dengan kebutuhan. Ukuran satenya pun terbilang cukup besar dan banyak untuk satu tusuk sate.


Harga?? Masih ok lah untuk ukuran Jakarta dan dirata-rata di seluruh tukang sate di Jakarta ini. Dua porsi sate ayam, 15 tusuk sate plus dua lontong dan 10 tusuk sate plus dua lontong, menghabiskan total 42ribu rupiah. Jadi sekitar 20ribu untuk satu orang. Masih terjangkau khan?

Ok selamat mencoba bagi penggemar sate, khususnya sate ayam. Hampir sama semua kok rasanya untuk sate ayam, kalau penasaran silakan tiap-tiap tempat didatangi dan yang pasti harga juga mirip-mirip satu sama lain. Te..Sate...Satenya de’..........

Selasa, 27 Januari 2009

Ice Cream..Ice Cream...

Tambahan untuk weekend kemarin, sempet mampir untuk menikmati makanan pencuci mulut sehabis menyambangi Ayam Tulang Lunak.

Mampir ke Senayan City, terus pesan Ice Cream pakai Waffle di bawahnya. Yummy...bener-bener dashyat nih Ice Cream. Lagi promo, untuk dua scoop harganya 40ribu rupiah.

Ngga usah nyebutin nama tempatnya deh...kalau ke Senayan City, di depannya Bread Talk, ditengah-tengah, pasti kelihatan deh tempatnya. Bukannya ngga mau nyebutin nama, soalnya yang model Ice Cream begini juga sudah banyak..hehehe...

Selamat mencoba lagi!!!!


Ayam Tulang Lunak...Presto Abis!!!

Libur kemarin, libur panjang dan hujan juga, pas keluar rumah jadi kepengen ayam. Langsung target disiapkan untuk merasakan ayam tulang lunak, ayam yang dipresto. Karena sudah beberapa kali ke tempat ini, maka tujuan langsung di arahkan ke Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk di selatan Jakarta tepatnya di Ahmad Dahlan.

Menu yang dipesan bersama dengan adik dan suaminya, yaitu Ayam Bakar Presto dengan nasi putih ditemani segelas teh hangat (lagi hujan, jadi ngga boleh minum yang dingin2..hehehehe). Untuk Ayam Bakar Presto ini, rasa manis dan pedasnya terasa banget di daging dan kulit ayamnya juga benar-benar renyah. Dikatakan presto, benar sekali, tulang ayamnya bisa dikunyah sampai ngga bersisa. Sebetulnya yang lebih lezatnya lagi adalah yang nemenin Ayam Prestonya, yaitu sambel, kayanya kalau ngga ada ini, kurang enak di lidah..hehehe..Kalau yang doyan pedes, mungkin lebih baik minta sambelnya banyakan, dijamin enak dan pedes.

Menu lainnya pun ngga kalah asyik untuk rasa. Menu awal pastinya Ayam Presto Goreng Crispy, bener-bener renyah abis. Ayam Presto Cabe Merah pun enak juga, sepertinya tuh Ayam Presto dimasak sama Cabe Merah yang digoreng. Kalau disajikan, lebih baik dalam kondisi fresh, jadi bisa merasakan pedesnya dan minyaknya itu lho...hhhmmm...sedep deh pokoknya. Ada juga untuk yang suka manis, Ayam Presto Bakar Madu Wijen, rasanya juga ok punya.
Juga ada beberapa menu lain di luar ayam-ayaman, sayur atau bebek presto.


Menu Ayam Presto ini disajikan dalam per potong atau per satu ekor. Mau makan meja dengan porsi satu ekor ok atau per potong dengan rasa yang berbeda-beda pun ok juga. Harganya pun lumayan terjangkau, untuk satu potong Ayam Bakar Presto+Nasi Putih+Teh Anget sekitar 20ribu rupiah. Untuk satu ekor Ayam Presto dengan berbagai rasa pun juga terjangkau, kisaran 50ribu sampai dengan 60ribu.

Untuk cabang Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk pun sudah banyak. Di Ahmad Dahlan, tempat yang kemarin dicoba, terus di dekat STM Penerbangan (lupa nama jalannya) dan kalau ngga salah juga ada di Bintaro. Kalau misalkan ke sana, coba lihat saja di menu, ada beberapa tempat lagi di Jakarta.

Jadi silakan mencoba Ayam Tulang Lunak. Ngga bakal rugi deh, bisa dimakan sampai tulang-tulangnya kok..hehehehe...Selamat mencoba!!!

Jumat, 23 Januari 2009

Mie Ceker Bandung....yang doyan Ceker, silakan coba.

Pemberhentian berikutnya beralih ke yang berbau mie, yaitu Mie Ceker Bandung.
Jangan salah sangka, Mie Ceker Bandung ini bukan pertama kali di Bandung. Tadinya juga berpikir pusatnya di Bandung, ternyata eh ternyata, hanya resep dari Bandung dan namanya ditambahin Bandung (menurut staff yang bekerja di sana lho..hehehehe).

Ok, lanjut lagi, kemarin nyobain Mie Ceker Bandung yang di daerah Jl. Panjang, Kedoya, karena biasanya sih yang di Jl. Sambas deket Barito Jakarta Selatan. Menu yang dipesan adalah favorit gue dan Liza juga yaitu Mie Ceker Yamin. Mie Ceker Yamin kalau diperhatikan hanya Yamin dan ditambahkan Ceker saja. Rasa Yaminnya sangat terasa dan ceker disajikan seperti semur ceker, hanya ngga ada kuah semurnya. Bisa ditambahkan pangsit kuah atau goreng, serta baso untuk tambahan menunya. Kuahnya sendiri segar, tinggal ditambahkan sedikit kecap asin (tapi jangan banyak-banyak yee...hipertensi J ) maka akan lebih berasa kuahnya.


Menu tambahannya seperti biasa Pangsit Goreng isi 5 (ada yang isi 3 juga) sebagai tambahan ngemil di Mie Ceker ini. Oh, iya sampai kelupaan, semua porsi untuk Mie Ceker dibagi dua, menu satu porsi dan satu setengah porsi. Kalau ada yang punya kapasitas perut lebih besar, bisa pesan yang satu setengah porsi.
Untuk menu lain, ada tambahan menu baru yaitu sate menyate. Cuma belum pernah coba dan sementara tidak mau mencoba karena sudah kangen pengen menyantap Mie Ceker.

Nah sekarang masalah harga nih. Untuk harga tidak usah perlu takut deh, terjangkau kok. Harga berkisar dari 8000an ke hampir 20000an. Untuk satu setengah porsi Mie Ceker Yamin plus pangsit rebus dan segelas es teh manis, cukup 20ribu rupiah saja.

So, bagi penggemar Ceker dan Mie, silakan mencoba Mie Ceker Bandung. Bisa di Jl. Sambas, Barito atau di Jl. Panjang, Kedoya (dan kayanya ada di beberapa tempat lagi deh). Monggo dinikmati!!!